Friday, April 22

Nasionalisme - Ribka Wulandari Putri

Anak TK               “N-a na s-i si o-n-a ona l-i-s lis m-e me dibaca nasionalisme…”
Anak SD               “Mama!Besok ulangan PKn Bab 1 Nasionalisme loh!”
Anak SMP           “Aduh!Besok deadline tugas kliping PKn tentang Nasionalisme”
Anak SMA           “Nasionalisme adalah semangat kebangsaan sesuai dengan Pancasila sila ke.....” 


Sering banget kita denger kata NASIONALISME. Dari TK masih belajar baca , sampai SMA belajar sama Pak Panji di Bab 1 pelajaran PKn halaman 23 di buku cetak. Bosen. Itu yang saya rasakan. Tapi waktu saya diminta untuk membuat artikel tentang Nasionalisme, saya berjam-jam cuma ngeliatin layar laptop, walau ‘katanya’ dari TK sudah mendengar kata nasionalisme. Jujur saya masih belum mendalami arti nasionalisme tersebut. Dan bertanya ke Mr.Google membuat saya lebih bingung lagi. Tetapi akhirnya ketika tengah malem pada Hari Kartini kemarin saya menyimpulkan sesuatu.

Nasionalisme bukanlah teori. Nasionalisme itu perasaan kita, perasaan saat kita merasa cinta kepada Negara kita Indonesia! Open your eyes! Indonesia punya 17.508 pulau , 200 juta penduduk , dimana ada lebih dari 740 suku , 583 bahasa , dan 6 agama resmi. Colourfull banget kan? Ditambah lagi kita punya papa yang kuat yaitu Pancasila dan ibu yang hebat Bhinneka Tunggal Ika ( Berbeda-beda tapi tetap satu).

Nasionalisme itu bukan berarti kita harus berbicara Bahasa Indonesia secara baku seumur hidup, bukan juga berarti tidak boleh belajar bahasa asing dan mendengar music luar negeri, bukan juga selalu makan makanan khas Indonesia dan belajar tentang sejarah Indonesia seumur hidupnya. Saya akuin, semua itu emang gak salah, guys. Tapi inget ! Sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik bukan?Buat apa kalian ngelakuin semua itu kalo gak ada rasa cinta tulus Indonesia di hati kalian? Buat apa kalian ngelakuin cuma untuk dipuji? I’m saying to you now, all of that is useless!!

 Saya inget kata pak Panji, Nasionalisme Indonesia adalah Nasionalisme yang Internasionalisme. Kita bangga akan Indonesia tetapi tetap menghargai Negara lain. Jadi gak ada salahnya kalau teman-teman lebih suka menonton videoklipnya BigBang daripada SM*SH, datang ke konser Bruno Mars daripada konser ST12 ,majang BIG posternya Justin Bieber dibandingkan foto pres-wapres , nonton film Harry Potter daripada nonton Kuntilanak Kesurupan, mengagumi Miley Cirus daripada Julia Perez, dan segala yang berbau Globalisme. Itu semua adalah hal yang wajar. Memang mungkin beberapa film dan lagu Indonesia masih belum bagus dari segi kualitas dan sebagainya. Tapi sebagai sesama bangsa Indonesia kita patut untuk menghargai mereka atas kerja keras dan kontribusi mereka dalam bidang mereka masing-masing. Kita harus mendukung mereka agar mereka dapat menghasilkan karya-karya yang bagus dan mengharumkan nama bangsa, bukan menjelek-jelekkannya

Saya yakin, di hati kalain pasti ada keinginan untuk membanggakan  Negara ini. Atau punya cita-cita membuat Indonesia lebih baik lagi. Seperti ketika saya lihat ada pemenang lomba Olimpiade Internasional di TV,mereka baris sambil mengibarkan bendera Merah Putih. Jujur aja, walau agak lebay, saya merasa .. ‘WOOOW’ ..itu keren banget!
Atau waktu saya membaca Koran tentang tim dayung Indonesia yang menang dan mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, setiap kalimat dari lirik lagu tersebut itu kayak ‘ngena’ banget di hati.
Didepan teman-teman kalian, mungkin kalian merasa cinta Indonesia itu kampung, aneh, norak bandnya, alay lagunya, plagiat dan apaun yang negative. Tapi I’m really, really, really sure! Kalian pasti pernah ngerasain apa yang saya rasain! Dan kalo itu  gak pernah kalian rasain, coba dalemin artikel ini dalem-dalem (jangan sampe tenggelem, hehe). Saya harap artikel ini bisa buka mata kalian tentang sebuah kata

.. NASIONALISME ..



No comments:

Post a Comment