Friday, October 15

It's my NATIONALISM, I am dedicated to Indonesia! - Felicia Tjandra & Chelsea Sari






Nasionalisme berasal dari kata ”Nation” dalam bahasa Inggris yang berarti bangsa. Nation dalam bahasa latin yang berarti kelahiran kembali, suku, bangsa. Bangsa adalah sekelompok orang/ iman yang mendiami wilayah tertentu dan memiliki hasrat dan kemauan bersama untuk bersatu karena adanya persamaan nasib, cita-cita, kepentingan, dan tujuan yang sama.
Sehingga Nasionalisme dapat diartikan:
· Paham yang menempatkan kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara dan bangsa (pengertian menurut Hans Kohn)






Apa arti nasionalisme bagi kita? 
Apakah selama ini kita sudah mempunyai rasa nasionalisme? 
Saya kira kita sebagai warga negara Indonesia belum memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Sebagai contoh, hal terkecil yang biasanya diakui para remaja sebagai hidupnya yaitu musik. Banyak di antara kita yang bahkan tidak menyimpan lagu lokal dalam handphone atau computer kita (atau bahkan tidak tahu lagu Indonesia sama sekali baik itu lagu daerah atau lagu pop!) karena mungkin alasannya karena lagu lokal membosankan atau karena kita menganggap lagu lokal seringkali menjiplak lagu luar dan selalu menghakimi bahwa karya anak bangsa tidak bermutu. Padahal, semua karya anak bangsa sebenarnya tidak layak hanya dipandang sebelah mata. Banyak karya anak bangsa yang diakui dan dihargaim di kancah dunia internasional.

Sekarang ini sekolah-sekolah sudah mulai menggeser kegiatan ekstrakulikuler yang berbau tradisional. Ekskul seperti angklung,tari tradisional,kolintang dan gamelan sudah tidak diminati oleh generasi kita. Maka pihak sekolah mulai menggantinya dengan ekskul cheers,MD,DJ yang ternyata lebih digemari oleh remaja seusia kita. Dengan begitu kita secara tidak langsung telah membunuh kebudayaan  kita sendiri. Padahal, banyak orang asing gemar melihat kebudayaan kita,tidak jarang mereka memanggil orang Indonesia untuk pergi ke negaranya dan menunjukkan kebudayaan kita.Mereka bahkan rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk melihat kebudayaan kita. Mereka bahkan mengakui dan lebih peduli terhadap budaya kita sendiri dibandingkan kita, warga Indonesia. 

Alasan Indonesia tidak bisa maju karena bangsanya yang tidak mencintai tanah air dan kebudayaannya. Selama ini kita menyalahkan pemerintah sebagai alasan utama penyebab tidak berkembangnya Negara kita ini. Tapi pernahkah kita melihat ke diri kita sendiri? Jangan bertanya apa yang bisa kamu berikan kepada Negara tetapi apa yang bisa kamu berikan kepada Negara, sesuai dengan apa yang telah John F. Kenedy katakan.Saya sudah mengambil andil dalam meningkatkan nasionalisme, salah satunya dengan membuat posting-an ini dan mengikuti ekstrakulikuler Tari Tradisional Modern (TTM). 
Bagaimana dengan anda?

No comments:

Post a Comment